Pangandaran, FOX Indonesia – Memasuki usia empat tahun, LSM Balad Sejapu Indonesia kembali menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Semangat tersebut diwujudkan melalui peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-4 yang mengusung tema “Balad Sejapu Menuju Manusia yang Berjiwa Rahmatan Lil Alamin”.

Secara organisasi, Balad Sejapu Indonesia genap berusia empat tahun sejak 5 September 2022 hingga 5 September 2026. Namun, resepsi Harlah digelar pada Kamis (10/9/2026) di kawasan Bukit Baruno, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran.

Bukan sekadar menjadi ajang perayaan, Harlah ke-4 tersebut juga diisi dengan kegiatan sosial berupa santunan kepada lanjut usia (jompo), guru ngaji, dan anak yatim.

Ketua DPP Paguyuban Balad Sejapu, Hayat Sutrisno, mengatakan momentum empat tahun berdirinya organisasi menjadi kesempatan untuk kembali mengingat tujuan awal kehadiran Balad Sejapu Indonesia.

Menurutnya, keberadaan sebuah organisasi masyarakat harus dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat.

“Sudah empat tahun Balad Sejapu Indonesia berdiri. Dalam kegiatan ini kita melakukan santunan kepada jompo, guru ngaji dan anak yatim,” ujar Hayat.

Ia menyadari bantuan yang diberikan mungkin tidak besar jika dilihat dari sisi nominal. Namun, menurut Hayat, yang terpenting adalah semangat kepedulian dan perhatian terhadap masyarakat yang membutuhkan.

“Meskipun tidak seberapa, namun kehadiran LSM Balad Sejapu tentu untuk masyarakat,” katanya.

Hayat menegaskan, kegiatan sosial bukan sesuatu yang baru bagi Balad Sejapu Indonesia. Selama empat tahun perjalanan organisasi, berbagai kegiatan kemasyarakatan telah dilakukan, mulai dari bakti sosial hingga pemberian santunan.

Ia pun menyampaikan pesan kepada seluruh anggota agar tetap memegang prinsip dalam menjalankan organisasi.

“Kami meminta kepada seluruh anggota, jangan nantang arus apalagi kebawa arus,” kata Hayat.

Pesan tersebut menjadi pengingat agar setiap anggota tetap memiliki sikap dan prinsip dalam menjalankan peran organisasi, sekaligus mampu menjaga keberadaan Balad Sejapu agar tetap berada di tengah-tengah masyarakat.

Harlah ke-4 Balad Sejapu Indonesia pun berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Ratusan anggota hadir mengikuti rangkaian kegiatan bersama masyarakat serta sejumlah unsur pemerintahan dan organisasi kemasyarakatan.

Sejumlah pihak turut hadir, di antaranya Camat Langkaplancar, Babinsa, jajaran Polsek Langkaplancar, para kepala desa, tokoh masyarakat, awak media, serta perwakilan organisasi lainnya.

Hal tersebut menunjukkan pentingnya komunikasi dan sinergi antara organisasi masyarakat, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun daerah.

Bagi Balad Sejapu Indonesia, tema Rahmatan Lil Alamin diharapkan tidak berhenti sebagai slogan dalam perayaan Harlah. Nilai tersebut diharapkan diwujudkan melalui tindakan nyata, kepedulian sosial, gotong royong, serta berbagai kegiatan yang memberikan manfaat langsung.

Memasuki tahun kelima, Balad Sejapu Indonesia pun diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai organisasi yang dekat dengan masyarakat dan konsisten mengambil bagian dalam berbagai persoalan sosial di lingkungan sekitarnya.

Apresiasi Pemerintah Kecamatan

Sementara itu, Camat Langkaplancar, H. Asep Deni Firdaus, menyambut baik keberadaan LSM Balad Sejapu Indonesia.

Menurutnya, organisasi kemasyarakatan yang aktif melakukan kegiatan sosial dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan di tingkat wilayah.

“Insyaallah ini menjadi mitra buat di pemerintahan untuk bersama-sama membangun. Menurut kami LSM Balad Sejapu Indonesia ini sangat luar biasa, berbagai kegiatan seperti santunan mereka lakukan. Kami salut,” ujar Asep.

Ia berharap hubungan antara pemerintah dan Balad Sejapu Indonesia ke depan tidak hanya sebatas menghadiri kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi kolaborasi nyata dalam berbagai program yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

Menurut Asep, pembangunan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan masyarakat, organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, dan berbagai elemen lainnya agar pembangunan dapat berjalan lebih optimal.

“Kami berharap ke depan komunikasi dan sinergi ini terus terjalin. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, sehingga keberadaan organisasi seperti Balad Sejapu Indonesia tentu sangat kami apresiasi,” ujarnya.

Ia menilai kegiatan sosial berupa santunan juga menjadi bukti bahwa organisasi kemasyarakatan dapat mengambil peran nyata di tengah masyarakat.

Bukan hanya menyampaikan aspirasi, organisasi juga dapat hadir membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus memperkuat semangat gotong royong.

Dengan semakin banyaknya elemen masyarakat yang bergerak bersama, Asep berharap semangat kebersamaan di Kecamatan Langkaplancar dapat terus tumbuh.

Pemerintah Kecamatan Langkaplancar, kata dia, terbuka terhadap kolaborasi dengan berbagai organisasi yang memiliki komitmen membangun daerah dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Rangkaian Harlah ke-4 Balad Sejapu Indonesia kemudian ditutup dengan penuh semangat. Para anggota bersama tamu yang hadir meneriakkan yel-yel:

 

“Sejapu!”

 

“Selalu Jadi Pujaan!”

 

“Indonesia!”

 

“Jaya!”

 

“Jangan Kasih Kendor!”

 

“Joos!”

 

Semangat tersebut menjadi penutup sekaligus penegasan bahwa memasuki usia keempat, Balad Sejapu Indonesia ingin terus bergerak, hadir, dan mengambil bagian dalam kehidupan masyarakat.***