Pangandaran, FOX Indonesia – Proyek pembangunan jalan semi hotmix di Dusun Bantarsari, Desa Cimerak, Kabupaten Pangandaran, kini berbalik arah dari sorotan menjadi apresiasi. Setelah sempat menuai kritik dari warga, langkah cepat Pemerintah Desa Cimerak dalam melakukan pembenahan membuat kepercayaan masyarakat kembali tumbuh.

Pembangunan yang bersumber dari Dana Desa (DD) senilai Rp150 juta tersebut sebelumnya dipersoalkan warga, khususnya terkait ketebalan jalan yang dinilai belum sesuai standar. Keluhan itu pun segera ditindaklanjuti tanpa menunggu waktu lama.

Salah seorang warga, Acuy, menuturkan bahwa protes warga muncul karena hasil awal pekerjaan dianggap kurang maksimal. Namun, ia mengakui sikap terbuka dan tanggap dari pemerintah desa menjadi kunci meredam kekecewaan masyarakat.

“Memang sempat ada kekurangan di awal, tapi kami lihat pihak desa tidak tinggal diam. Mereka langsung melakukan evaluasi dan perbaikan,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).

Perbaikan dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk unsur dari Kecamatan Cimerak yang ikut turun langsung ke lokasi guna memastikan kualitas pekerjaan sesuai dengan ketentuan teknis. Langkah ini dinilai memberi kepastian bahwa proyek tidak dibiarkan berjalan tanpa pengawasan.

Seiring perbaikan yang dilakukan, pandangan masyarakat pun mulai berubah. Warga kini berharap hasil akhir pembangunan benar-benar sesuai dengan spesifikasi agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

Di sisi lain, Kepala Desa Cimerak, Budiaman, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen menjaga kualitas pembangunan. Ia menyebut, keberatan terhadap pelaksana proyek telah disampaikan dan langsung direspons dengan perbaikan di sejumlah titik.

“Kami tidak mengabaikan masukan warga. Semua sudah kami tindak lanjuti dan perbaikan sudah dilakukan,” katanya.

Budiaman juga menilai keterlibatan masyarakat dalam mengawasi pembangunan menjadi hal positif. Menurutnya, transparansi dan partisipasi publik justru membantu pemerintah desa dalam memastikan hasil pekerjaan tetap sesuai harapan.

Ia menambahkan, proyek jalan tersebut saat ini masih berada dalam masa pemeliharaan dan belum memasuki tahap serah terima. Artinya, proses perbaikan masih terus dimungkinkan hingga hasilnya benar-benar optimal.

Dengan perbaikan yang terus berjalan, proyek ini diharapkan tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan warga akan infrastruktur jalan yang layak dan tahan lama.***