
Pangandaran, FOX Indonesia – Pemerintah Kabupaten Pangandaran melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) memastikan tiga anak asal Kabupaten Bekasi yang kini menetap di Pangandaran tetap dapat mengenyam pendidikan.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk pemenuhan hak setiap anak untuk memperoleh layanan pendidikan, meski domisili administrasi kependudukannya masih tercatat di daerah asal.
Kepala Disdikpora Kabupaten Pangandaran, Soleh Supriadi, mengatakan ketiga anak tersebut masih berada pada usia wajib belajar. Karena itu, pemerintah daerah berkewajiban memberikan akses pendidikan sesuai jenjang yang dibutuhkan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang dan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang pendidikan.

“Setiap anak berhak mendapatkan pendidikan tanpa terkecuali. Meski administrasi kependudukannya masih tercatat di Kabupaten Bekasi, selama mereka berada di Pangandaran dan memenuhi usia sekolah, kami berkewajiban memastikan mereka tetap bisa belajar,” ujar Soleh saat dihubungi, Rabu (5/8/2026).
Ia menjelaskan, satu anak telah difasilitasi masuk ke jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD/TK), satu anak diterima sebagai siswa kelas I Sekolah Dasar, sedangkan satu anak lainnya sebelumnya telah terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) di Kabupaten Bekasi sehingga saat ini proses penyesuaian administrasinya sedang difasilitasi agar dapat melanjutkan pendidikan di Pangandaran.
Tak hanya membuka akses sekolah, Disdikpora juga menggandeng Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Pangandaran untuk membantu memenuhi kebutuhan belajar ketiga anak tersebut. Bantuan yang disalurkan meliputi seragam sekolah, sepatu, tas, buku, hingga perlengkapan belajar lainnya agar mereka dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan lebih nyaman.
Selain itu, pihak sekolah juga dilibatkan untuk memberikan pendampingan dan dukungan sehingga semangat belajar anak-anak tetap terjaga selama menjalani proses pendidikan di lingkungan yang baru.
“Kami ingin memastikan mereka bisa bersekolah tanpa terkendala kebutuhan dasar. Dengan dukungan berbagai pihak, diharapkan anak-anak dapat fokus belajar dan berkembang secara optimal,” katanya.
Menurut Soleh, respons dari orang tua maupun ketiga anak tersebut sangat positif. Bahkan, semangat mereka terlihat sejak hari pertama masuk sekolah.
“Orang tuanya bercerita anak-anak sudah bangun sekitar pukul 05.00 WIB karena tidak sabar berangkat ke sekolah. Itu menjadi tanda bahwa mereka memiliki motivasi tinggi untuk belajar,” ungkapnya.
Disdikpora memastikan pendampingan terhadap ketiga anak tersebut akan terus dilakukan, baik dari sisi administrasi maupun proses pembelajaran, agar mereka dapat menjalani pendidikan dengan nyaman, aman, dan menyenangkan hingga menyelesaikan jenjang sekolah dasar.
“Kami berharap hak pendidikan mereka benar-benar terpenuhi sehingga dapat mengikuti proses belajar secara maksimal dan memiliki masa depan yang lebih baik,” pungkas Soleh. ***







Tinggalkan Balasan