Pangandaran, FOX Indonesia – Kesuksesan Ida Nurlaela Wiradinata meraih kursi DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Barat X bukanlah hasil dari popularitas yang dibangun secara instan. Perjalanan politiknya justru bertumpu pada rekam jejak pengabdian kepada masyarakat yang telah dijalani selama bertahun-tahun.

Wilayah Dapil Jawa Barat X yang meliputi Kabupaten Ciamis, Kuningan, Pangandaran, dan Kota Banjar dikenal memiliki dinamika politik yang cukup kompetitif. Namun, Ida mampu membangun kepercayaan masyarakat melalui keterlibatannya dalam berbagai organisasi dan kegiatan sosial ketika mendampingi suaminya, Jeje Wiradinata, selama dua periode memimpin Kabupaten Pangandaran.

Selama menjabat sebagai Ibu Bupati, Ida dipercaya memimpin 15 organisasi. Pengalaman tersebut menjadi ruang baginya untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat sekaligus memahami berbagai persoalan yang mereka hadapi.

“Saya mendapat amanah sebagai ketua di 15 organisasi selama dua periode. Dari sanalah saya banyak belajar dan membangun kedekatan dengan masyarakat. Itu menjadi bekal saat memutuskan maju sebagai calon anggota DPR RI,” ungkap Ida.

Fokus pada Pemberdayaan Masyarakat

Bagi Ida, peran seorang pendamping kepala daerah tidak hanya sebatas menghadiri kegiatan seremonial. Melalui kepemimpinannya di Dekranasda Pangandaran, ia mendorong pelaku usaha kerajinan lokal agar mampu bersaing di pasar internasional.

Salah satu hasilnya adalah produk anyaman tas Hata berbahan rumput gunung khas Pangandaran yang berhasil menembus pasar Eropa, termasuk Belanda dan Swiss. Keberhasilan tersebut turut mengantarkan Pangandaran meraih penghargaan Jabar Award.

Ia juga aktif memperkuat sektor ekonomi kreatif melalui berbagai program pelatihan, pendampingan inovasi produk, hingga fasilitasi perizinan usaha dan sertifikasi halal tanpa biaya.

“Kami ingin pelaku UMKM berkembang. Karena itu kami dampingi mulai dari peningkatan kualitas produk sampai legalitas usaha,” katanya.

Di bidang kesehatan, Ida menjalankan peran sebagai Bunda Stunting dengan menggagas pemanfaatan tanaman kelor sebagai sumber gizi lokal untuk membantu menekan angka stunting pada anak. Program tersebut mendapat apresiasi hingga tingkat nasional.

Mengedepankan Kepercayaan Publik

Dalam Pemilu Legislatif, Ida mengaku memilih pendekatan yang sederhana. Ia hanya melakukan kampanye secara intensif selama sekitar tiga bulan dan menolak praktik politik transaksional.

Sebagai kader PDI Perjuangan, ia lebih memilih menawarkan rekam jejak pengabdian dibanding janji-janji politik.

“Saya menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat. Saya tidak pernah menganggap harus menang. Yang terpenting adalah memberikan yang terbaik,” ujarnya.

Meski merupakan istri Bupati Pangandaran yang juga menjabat Ketua DPC PDI Perjuangan Pangandaran, Ida menegaskan tidak memperoleh perlakuan khusus dalam kontestasi politik. Ia tetap bersaing dengan para calon legislatif lainnya yang memiliki sumber daya dan strategi kampanye beragam.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat yang berhasil diraih merupakan buah dari hubungan yang telah dibangun melalui berbagai kegiatan sosial, termasuk program Desa Pelopor yang selama ini dijalankan.

Berkomitmen Mengawal Aspirasi Daera

Kini setelah resmi menjadi anggota DPR RI, Ida bertekad memperjuangkan berbagai kebutuhan pembangunan di wilayah Dapil Jawa Barat X, khususnya Kabupaten Pangandaran agar semakin berkembang sebagai destinasi wisata berkelas dunia, termasuk melalui dukungan terhadap pengembangan infrastruktur seperti bandara.

Selain memperjuangkan aspirasi masyarakat Ciamis, Banjar, Kuningan, dan Pangandaran, ia juga menegaskan komitmennya mengawal penggunaan anggaran negara agar tepat sasaran sekaligus menjalankan fungsi pengawasan terhadap pemerintah.

“Tugas saya adalah memastikan anggaran benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat, sekaligus menjalankan fungsi pengawasan secara kritis dan bertanggung jawab,” tuturnya.

Menutup perbincangan, Ida berharap dapat terus menjaga integritas dan konsisten mengemban amanah rakyat.

“Saya ingin tetap hidup sederhana, bekerja dengan sungguh-sungguh, dan bisa memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat,” pungkasnya.***