
Pangandaran, FOX Indonesia – Alun-alun Parigi, Kabupaten Pangandaran, dipenuhi ratusan mahasiswa Universitas Galuh (Unigal) pada Selasa (29/7/2025). Kehadiran mereka bukan untuk melakukan aksi demonstrasi, melainkan mengikuti seremoni pelepasan peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Konservasi dan Budaya Periode II Tahun Akademik 2025/2026.
Sebanyak 570 mahasiswa resmi diberangkatkan untuk menjalankan pengabdian kepada masyarakat selama 40 hari di 10 kecamatan yang tersebar di wilayah Kabupaten Pangandaran. Melalui program ini, mahasiswa diharapkan mampu menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Prosesi pelepasan dilakukan oleh Asisten Daerah (Asda) III Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran, Aep Haris, S.Hut., M.M. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa KKN merupakan momentum penting bagi mahasiswa untuk memahami kehidupan sosial secara langsung, bukan sekadar mempraktikkan teori yang dipelajari di ruang kuliah.

Menurut Aep, tantangan yang dihadapi mahasiswa saat berada di tengah masyarakat jauh berbeda dengan proses belajar di kampus. Mereka dituntut mampu mengenali persoalan yang ada, memahami akar permasalahan, hingga merumuskan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Di kampus kita belajar dari teori. Ketika turun ke masyarakat, persoalan harus dicari, dipahami, lalu dicarikan jalan keluarnya. Itulah kampus sesungguhnya yang akan dihadapi mahasiswa selama 40 hari ke depan,” ujarnya.
Ia meyakini pengalaman selama menjalani KKN akan membentuk karakter mahasiswa menjadi lebih mandiri, memiliki kepedulian sosial yang tinggi, serta siap menghadapi tantangan setelah menyelesaikan pendidikan.
Selain menjadi sarana pembelajaran, Aep juga menilai mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan. Dengan kemampuan akademik dan penguasaan teknologi digital, mahasiswa diharapkan mampu membantu masyarakat, terutama dalam meningkatkan potensi ekonomi desa.
Salah satu bidang yang dinilai masih membutuhkan pendampingan adalah pemasaran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Banyak produk lokal yang memiliki kualitas baik, namun belum mampu menjangkau pasar yang lebih luas karena keterbatasan pemanfaatan teknologi digital.
“Mahasiswa memiliki kemampuan yang mungkin belum dimiliki masyarakat, terutama dalam digital marketing, literasi digital, hingga promosi melalui media sosial. Ini menjadi peluang besar untuk membantu meningkatkan daya saing produk-produk unggulan desa,” kata Aep.
Pelaksanaan KKN yang bertepatan dengan persiapan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia juga diharapkan dapat menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan masyarakat.
Ia berharap keberadaan mahasiswa tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi, memperkuat kolaborasi dengan masyarakat, serta meninggalkan manfaat yang dapat dirasakan setelah program KKN berakhir.
Aep menambahkan, mahasiswa dari berbagai fakultas memiliki kompetensi yang beragam sehingga dapat memberikan pendampingan sesuai bidang keahlian masing-masing. Mahasiswa pertanian, misalnya, dapat membantu pengembangan budidaya dan peningkatan produktivitas, sementara mahasiswa dari bidang pendidikan maupun disiplin ilmu lainnya dapat berkolaborasi menjawab kebutuhan masyarakat di lokasi pengabdian. ***







Tinggalkan Balasan