
Pangandaran, FOX Indonesia – Kondisi pusat belanja wisata di kawasan Pantai Pangandaran kian memprihatinkan. Deretan bangunan permanen yang dulu diresmikan dengan penuh optimisme kini justru tampak terbengkalai atap berkarat, struktur rusak, bahkan sebagian roboh. Alih-alih menjadi magnet ekonomi baru, kawasan ini berubah menjadi ruang sepi tanpa aktivitas berarti.
Sorotan datang dari Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Tina Wiryawati. Politisi dari Daerah Pemilihan Jabar XIII itu meminta pemerintah daerah agar tidak mengabaikan hak para pemilik kios yang hingga kini masih terdampak kondisi tersebut.
Empat titik pusat belanja wisata yang tersebar di kawasan pantai Nanjung Sari, Nanjung Endah, Nanjung Elok, dan Nanjung Asri sejatinya dirancang sebagai solusi penataan pedagang sejak 1986. Kala itu, para pedagang berjualan menggunakan tenda biru di sepanjang garis pantai. Relokasi ke bangunan permanen diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan wisatawan sekaligus kesejahteraan pedagang.
Namun, harapan tersebut kini jauh dari kenyataan. Minimnya pengunjung membuat sebagian besar kios tutup. Banyak pedagang terpaksa gulung tikar karena tidak mampu menutup biaya operasional. Sejumlah bangunan pun dibiarkan tanpa perawatan, memperparah kesan kumuh di salah satu destinasi wisata unggulan Jawa Barat tersebut.
Di tengah kondisi itu, dukungan masyarakat terhadap perhatian wakil rakyat pun menguat.

Warga Pangandaran, Yogi Godeg, mengapresiasi langkah yang diambil Tina Wiryawati. Ia menilai, kepedulian tersebut menjadi angin segar bagi para pedagang yang selama ini merasa suaranya kurang terdengar.
“Ini bentuk kepedulian yang nyata. Kami berharap ada solusi konkret, bukan sekadar wacana,” ungkapnya.





Tinggalkan Balasan