
Pangandaran, FOX Indonesia – Upaya memperkuat wajah pariwisata sekaligus menjaga kelestarian lingkungan terus digencarkan di wilayah Kabupaten Pangandaran. Kali ini, kolaborasi lintas sektor kembali terlihat melalui keterlibatan aktif Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cimerak dalam aksi bersih-bersih lingkungan yang digelar pada Jumat (10/04/2026).
Bertempat di jalur strategis penghubung Pantai Madasari dan kawasan wisata Pacuan Kuda Legokjawa, kegiatan ini menyasar pembersihan rumput liar yang dinilai mengganggu estetika sekaligus berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Sejak pagi hari, suasana gotong royong begitu terasa. Petugas KUA bersama aparatur kecamatan, relawan, dan masyarakat setempat bahu-membahu membersihkan sepanjang kurang lebih 3 kilometer jalan utama Madasari-Legokjawa. Aksi ini tidak hanya menonjolkan semangat kebersamaan, tetapi juga menjadi simbol kepedulian terhadap ruang publik yang aman dan nyaman.
Koordinator Penyuluh Agama Islam KUA Cimerak, H. Haerusalik, S.Pd, menegaskan bahwa kehadiran KUA dalam kegiatan tersebut merupakan wujud nyata dari pengamalan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kebersihan bukan hanya kebutuhan fisik, tetapi juga bagian dari ajaran yang harus diwujudkan. Kami ingin menunjukkan bahwa institusi keagamaan juga punya peran konkret dalam menjaga lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Cimerak, Tedi Sopyan, S.Pd, menyampaikan bahwa keterlibatan berbagai unsur, termasuk KUA, menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan program lingkungan di wilayahnya. Ia menilai sinergi seperti ini perlu terus dipertahankan, terutama dalam mendukung sektor pariwisata yang menjadi andalan daerah.
Menurutnya, kondisi jalan yang bersih dan tertata tidak hanya meningkatkan kenyamanan, tetapi juga memberikan kesan positif bagi wisatawan yang datang. Terlebih, jalur tersebut merupakan akses vital yang kerap dilalui pengunjung menuju destinasi unggulan.
Selain memperindah kawasan, pembersihan ini juga berdampak pada aspek keselamatan. Rumput liar yang sebelumnya menutupi sebagian pandangan di tikungan kini telah dibersihkan, sehingga meningkatkan visibilitas bagi pengendara.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.30 WIB ini berlangsung lancar dengan antusiasme tinggi dari seluruh peserta. Kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat menjadi titik temu berbagai elemen, dari pemerintah hingga lembaga keagamaan, demi mewujudkan kawasan wisata yang lebih tertib, aman, dan menarik.***





Tinggalkan Balasan