
Pangandaran, FOX Indonesia – Seorang pengusaha catering asal Desa Legokjawa, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, bernama Neti, kini memilih banting setir dengan mengelola dapur MBG di wilayahnya. Berbekal pengalaman panjang di dunia kuliner, ia menegaskan komitmennya untuk mengutamakan kualitas dalam setiap proses pengolahan makanan.
Sebagai Owner Dapur SPPG Legokjawa yang berada di bawah naungan Yayasan Al-Islam Al-Wafa, Neti mengaku terjun langsung memantau seluruh aktivitas dapur. Baginya, menjaga mutu makanan jauh lebih penting dibanding sekadar mengejar jumlah produksi.
“Kami lebih mementingkan kualitas, bukan kuantitas. Sebagus mungkin kami berikan yang terbaik untuk para penerima. Ini tanggung jawab penuh kami,” ujarnya.
Dalam menjalankan operasional dapur, Neti dikenal tegas terhadap para karyawannya. Ia tak segan menegur bahkan memarahi jika menemukan kelalaian, mengingat besarnya tanggung jawab terhadap penerima manfaat program tersebut.
Pengalaman selama 23 tahun di bidang catering menjadi modal kuat bagi Neti dalam mengelola dapur MBG. Ia mengaku bersyukur mendapat kepercayaan, apalagi respons dari para siswa penerima manfaat sangat positif.

“Terima kasih kepada para siswa. Banyak yang memesan kembali dan menyampaikan apresiasi. Bahkan ada guru yang mengirim video, memperlihatkan siswa sangat menyukai makanan yang kami sajikan,” ungkapnya.
Tak hanya fokus pada kualitas makanan, Neti juga memberi perhatian serius terhadap pengelolaan limbah dapur. Ia memastikan sistem pembuangan limbah dan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) berjalan dengan baik agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan sekitar.
“Kami sangat mengutamakan pengelolaan limbah. Intinya jangan sampai berdampak buruk bagi warga sekitar,” tegasnya.
Menariknya, dalam memenuhi kebutuhan bahan baku, Neti menggandeng para pemasok dari kalangan warga lokal. Mulai dari buah-buahan, sayuran, telur, ayam hingga kebutuhan kelontongan, semuanya diupayakan berasal dari masyarakat sekitar.
Langkah ini tidak hanya menjaga kesegaran bahan, tetapi juga menjadi bentuk dukungan terhadap perekonomian lokal di Desa Legokjawa dan sekitarnya.
Dengan komitmen terhadap kualitas, kepedulian lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat lokal, Dapur SPPG Legokjawa yang dikelola Neti kini menjadi salah satu contoh pengelolaan dapur program yang profesional dan berkelanjutan di Kabupaten Pangandaran.***





Tinggalkan Balasan