
Pangandaran, FOX Indonesia – Pelaksanaan Hajat Laut Pangandaran Tahun 2026 dinilai berlangsung lebih meriah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Tradisi tahunan masyarakat nelayan yang mengusung tema “Budaya Terawat, Aqidah Terjaga” tersebut mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, salah satunya Advokat Fredy Kristianto.
Menurut Fredy, tingginya antusiasme masyarakat, beragam rangkaian kegiatan budaya yang disajikan, serta keterlibatan berbagai unsur pemerintah dan masyarakat menjadi indikator keberhasilan penyelenggaraan Hajat Laut tahun ini.
Selain dukungan dari unsur SKPD, BLUD, dan BUMD Pemerintah Kabupaten Pangandaran, Fredy juga memberikan apresiasi atas dukungan penuh yang diberikan oleh Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti, serta Anggota DPR RI, Hj. Ida Nurlaela Wiradinata, yang dinilai turut memperkuat suksesnya pelaksanaan tradisi budaya tersebut.
“Hajat Laut tahun ini terasa jauh lebih semarak. Tidak hanya masyarakat nelayan, tetapi juga wisatawan dan berbagai elemen masyarakat ikut terlibat. Ini menunjukkan bahwa tradisi budaya Pangandaran semakin dicintai dan mendapat tempat di hati masyarakat,” ujar Fredy, Selasa (16/6/2026).


Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua HNSI Kabupaten Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, beserta seluruh panitia pelaksana dan pihak-pihak yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan tersebut.
Berbagai agenda yang diselenggarakan mulai dari pertunjukan seni budaya, pawai tradisional, kegiatan keagamaan, hingga perlombaan yang melibatkan pelajar dan masyarakat umum dinilai mampu memberikan warna baru dalam perayaan Hajat Laut tahun ini.
Menurut Fredy, inovasi yang dilakukan panitia penyelenggara menjadikan Hajat Laut tidak hanya sebagai tradisi syukuran masyarakat nelayan, tetapi juga sebagai sarana edukasi budaya bagi generasi muda sekaligus momentum memperkuat identitas Kabupaten Pangandaran sebagai destinasi wisata bahari dan budaya bertaraf dunia.
Salah satu atraksi yang paling menyita perhatian masyarakat adalah pementasan kolosal budaya yang menampilkan kekayaan tradisi lokal, ditambah berbagai perlombaan dengan total hadiah yang cukup besar sehingga semakin meningkatkan partisipasi masyarakat.
“Hajat Laut bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi merupakan warisan budaya yang harus terus dijaga. Tahun ini saya melihat adanya peningkatan kualitas penyelenggaraan yang sangat signifikan, baik dari sisi partisipasi masyarakat maupun kemasan acaranya,” tambahnya.
Lebih lanjut, Fredy berharap keberhasilan pelaksanaan Hajat Laut 2026 dapat menjadi motivasi bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus melestarikan dan mengembangkan tradisi budaya lokal secara positif dan produktif.
Menurutnya, pelestarian budaya tidak hanya berdampak pada penguatan identitas daerah, tetapi juga berpotensi meningkatkan sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat Pangandaran.
“Semoga Hajat Laut tetap menjadi kebanggaan masyarakat Pangandaran dan setiap tahun semakin berkembang tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya, kearifan lokal, dan religiusitas yang menjadi jati diri masyarakat pesisir, khususnya Kabupaten Pangandaran,” pungkasnya.***





Tinggalkan Balasan