Pangandaran, FOX Indonesia – Wujud kepedulian terhadap masyarakat pesisir kembali ditunjukkan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Fraksi PDI Perjuangan, Ida Nurlaela, dengan menyalurkan puluhan paket sembako kepada tokoh pejuang nelayan, anak yatim, dan warga lanjut usia (lansia) di Kabupaten Pangandaran.

Bantuan tersebut disalurkan melalui Koordinator Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Pangandaran, Ade Sukanda yang akrab disapa Ade Entik, dalam rangkaian acara syukuran nelayan di Desa Legokjawa, Sabtu 27 Juni 2026.

Kegiatan berlangsung penuh kehangatan dan menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antara masyarakat nelayan dengan para tokoh yang selama ini turut memperjuangkan kesejahteraan pesisir.

Ade Entik mengatakan, bantuan dari Ida Nurlaela tidak hanya diberikan kepada masyarakat nelayan di Desa Legokjawa, tetapi juga akan disalurkan secara bertahap ke seluruh pangkalan nelayan yang ada di Kabupaten Pangandaran.

“Bu Hj. Ida bukan hanya memperhatikan nelayan di Desa Legokjawa, tetapi juga di seluruh pangkalan nelayan di wilayah Kabupaten Pangandaran. Bantuan sembako ini diprioritaskan untuk para pejuang nelayan, anak yatim, dan lansia yang membutuhkan,” kata Ade, Sabtu 27 Juni 2026.

Menurutnya, perhatian terhadap para nelayan senior merupakan bentuk penghormatan atas jasa mereka dalam membangun dan mempertahankan kehidupan masyarakat pesisir hingga saat ini.

“Jangan pernah melupakan sejarah. Para pejuang nelayan memiliki peran besar dalam membangun dunia perikanan di Pangandaran. Berkat perjuangan mereka, generasi nelayan sekarang dapat terus melaut dan mencari nafkah dengan lebih baik,” katanya.

Ia menambahkan, kepedulian terhadap para pejuang nelayan perlu terus dijaga agar semangat dan pengabdian mereka menjadi inspirasi bagi generasi penerus.

Sementara itu, salah seorang tokoh pejuang nelayan, Holil, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Ida Nurlaela kepada masyarakat nelayan.

Menurutnya, bantuan yang diberikan memiliki makna lebih dari sekadar nilai materi karena mencerminkan kepedulian terhadap masyarakat kecil, khususnya para nelayan yang telah lama mengabdikan hidupnya di sektor perikanan.

“Bukan soal besar atau kecilnya bantuan yang diberikan, tetapi kepedulian seperti inilah yang sangat berarti bagi kami. Perhatian kepada nelayan akan selalu dikenang dan dirindukan oleh masyarakat,” ungkap Holil.

Kegiatan sosial tersebut disambut antusias oleh warga yang hadir. Selain menjadi ajang berbagi, momentum syukuran nelayan juga dimanfaatkan untuk memperkuat rasa kebersamaan serta meneguhkan semangat gotong royong di tengah masyarakat pesisir.

Melalui penyaluran bantuan ini, diharapkan dapat meringankan kebutuhan masyarakat yang membutuhkan sekaligus menjadi bentuk penghargaan kepada para pejuang nelayan yang telah memberikan kontribusi besar bagi perkembangan sektor kelautan dan perikanan di Kabupaten Pangandaran.***