
Pangandaran, FOX Indonesia – Semangat menjaga kebersihan lingkungan terus ditunjukkan Pemerintah Desa (Pemdes) Legokjawa bersama masyarakat. Pada Jumat pagi, Pemdes Legokjawa berkolaborasi dengan sembilan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta menggelar aksi bersih-bersih di sepanjang jalur Pantai Pacuan Kuda Legokjawa hingga akses menuju objek wisata Pantai Madasari.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Jumat Bersih (Jumsih) yang diinisiasi Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami. Program ini dilaksanakan secara rutin setiap hari Jumat sebagai upaya menumbuhkan budaya hidup bersih sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan.
Dengan membawa peralatan kebersihan, peserta menyisir sisi jalan di kawasan Pacuan Kuda Legokjawa hingga bibir pantai. Sambil menikmati deburan ombak Samudra Hindia, mereka memungut sampah yang berserakan, membersihkan rumput liar, serta menata lingkungan agar tampak lebih rapi, bersih, dan nyaman bagi warga maupun wisatawan.

Ketua Desa Wisata Bahari Legokjawa, Kiki Masduki, mengatakan kegiatan Jumsih telah menjadi agenda rutin yang mendapat dukungan luas dari masyarakat.

“Kegiatan Jumsih ini rutin dilakukan setiap hari Jumat. Bukan hanya di Legokjawa, tetapi juga dilaksanakan di berbagai wilayah di Pangandaran. Ini merupakan bentuk kecintaan kita terhadap lingkungan,” kata Kiki, Jumat 26 Juni 2026.
Menurut Kiki, menjaga kebersihan menjadi salah satu kunci utama dalam menciptakan kawasan wisata yang nyaman, sehat, dan memiliki daya tarik bagi pengunjung. Karena itu, ia mengapresiasi tingginya kesadaran masyarakat yang secara sukarela ikut berpartisipasi dalam aksi gotong royong tersebut.
“Alhamdulillah, masyarakat sangat antusias mengikuti kegiatan bersih-bersih. Saat ini juga ada mahasiswa KKN dari UGM Yogyakarta yang sedang mengabdi di Desa Legokjawa. Mereka ikut bergabung dengan penuh semangat dalam kegiatan Jumsih ini,” tambah Kiki.
Kehadiran mahasiswa KKN UGM dinilai memberikan energi positif dalam mendorong kepedulian terhadap lingkungan sekaligus memperkuat budaya gotong royong di tengah masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah desa, warga, dan kalangan akademisi diharapkan mampu menjaga kebersihan kawasan pesisir secara berkelanjutan.
“Melalui kegiatan Jumsih, kami berharap kawasan wisata ini tetap terjaga keasrian dan kebersihannya sehingga memberikan kenyamanan bagi wisatawan yang berkunjung, sekaligus memperkuat citra Pangandaran sebagai destinasi wisata yang bersih, indah, dan ramah lingkungan,” ujarnya. ***







Tinggalkan Balasan