Pangandaran, FOX Indonesia – Suasana pesisir Pantai Pacuan Kuda Legokjawa, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, berubah menjadi lautan manusia saat masyarakat memadati arena hiburan rakyat yang menampilkan seni Jaipong dan Kuda Lumping.

Kegiatan yang berlangsung meriah ini menjadi magnet bagi warga lokal maupun pengunjung yang ingin menikmati suguhan budaya khas Nusantara di tepi pantai.

Sejak sore hari, masyarakat terlihat antusias berdatangan untuk menyaksikan pertunjukan yang sarat nilai seni dan tradisi tersebut. Alunan musik tradisional yang mengiringi gerakan gemulai para penari Jaipong berpadu dengan atraksi Kuda Lumping yang energik, menciptakan suasana semarak dan penuh kekaguman.

Hiburan rakyat yang digelar di kawasan pesisir Pantai Pacuan Kuda Legokjawa ini diselenggarakan oleh para pelaku usaha bersama pengurus Desa Wisata Bahari Legokjawa dengan dukungan anggaran swadaya.

Semangat gotong royong dan kecintaan terhadap budaya menjadi kekuatan utama terselenggaranya acara yang berhasil menarik perhatian masyarakat dari berbagai daerah.

Ketua Desa Wisata Bahari Legokjawa, Kiki Masduki, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat, pelaku usaha, tokoh masyarakat, para seniman, dan semua pihak yang telah ikut berpartisipasi sehingga hiburan rakyat ini dapat berjalan dengan lancar dan sukses,” kata Kiki, Sabtu 13 Juni 2026 malam.

Menurut Kiki, pertunjukan seni Jaipong dan Kuda Lumping bukan sekadar hiburan semata. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang ekspresi budaya yang mampu mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus melestarikan warisan seni tradisional yang menjadi identitas daerah.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa budaya dan kesenian tradisional masih hidup, dicintai, dan mampu menjadi daya tarik wisata yang membanggakan. Ini bukan hanya tontonan, tetapi juga sarana edukasi budaya bagi generasi muda,” tambahnya.

Gemuruh tepuk tangan penonton yang tak henti-hentinya terdengar sepanjang pertunjukan menjadi bukti bahwa seni tradisional tetap memiliki tempat istimewa di hati masyarakat. Dengan latar deburan ombak dan hembusan angin pantai, pertunjukan Jaipong dan Kuda Lumping malam itu menghadirkan pengalaman yang berbeda, memadukan keindahan alam dan kekayaan budaya dalam satu panggung kebersamaan.

Kegiatan ini diharapkan menjadi agenda rutin yang mampu menggerakkan sektor pariwisata, meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir, serta memperkuat citra Desa Wisata Bahari Legokjawa sebagai destinasi wisata budaya dan bahari yang menarik di Kabupaten Pangandaran.

“Ketika budaya menari di tepi pantai, masyarakat tidak hanya menyaksikan pertunjukan, tetapi juga merayakan jati diri dan warisan leluhur yang terus hidup dari generasi ke generasi.”***